√ Cara Mengatasi Undoing Changes Made to Your Computer

Saat memakai Windows yang tersambung dengan internet, terkadang sistem akan melakukan update secara otomatis. Namun, sering kali gangguan terjadi pada beberapa jenis laptop. Ketika laptop mogok di tengah jalan, maka muncullah notifikasi undoing changes made to your computer.

Lalu, apakah tidak masalah jika notifikasi tersebut muncul? Apa dampaknya bagi laptop dan apa yang harus dilakukan? Pastinya, kamu tidak ingin laptopmu mengalami eror, bukan? Oleh karena itu, untuk mengatasi munculnya notifikasi tersebut, ketahui penjelasannya pada artikel ini.

Arti Pesan Error “Undoing Changes Made to Your Computer”

Arti Pesan Error “Undoing Changes Made to Your Computer”

Ketika melakukan pembaharuan software di Windows 10 atau versi di bawahnya, biasanya muncul pesan error undoing changes made to your computer. Walaupun tidak semua laptop mengalaminya, namun kondisi ini sering membuat orang yang awam teknologi merasa panik.

Walaupun Windows Update bermanfaat untuk perkembangan sistem, bukan berarti pembaruan ini bisa selalu berjalan dengan lancar. Hal ini karena pada kondisi tertentu, Windows Update bisa mengalami error yang tidak pernah diduga akan terjadi sebelumnya.

Pada dasarnya, jika mengalami kondisi yang demikian, kamu hanya perlu menunggu prosesnya sampai PC atau laptop dapat berjalan normal lagi. Namun, lamanya proses eror ini terkadang bisa lebih lama, sehingga banyak pengguna yang merasa putus asa dan ingin segera memperbaikinya.

Arti pesan undoing changes made to your computer adalah larangan dalam mematikan laptop atau PC. Jadi, kamu hanya perlu menunggu beberapa saat hingga proses perbaikan otomatis selesai.

Penyebab Error “Undoing Changes Made to Your Computer”

Jika koneksi internet yang kamu gunakan cepat, seharusnya proses update sistem bisa berjalan dengan lancar. Jika notifikasi “undoing changes…” muncul, maka terjadi beberapa masalah pada komputer. Beberapa masalah yang timbul di antaranya sebagai berikut:

1. Kekurangan Memori di Drive C

Kekurangan Memori di Drive C

Masalah pertama yakni berkurangnya kapasitas memori untuk menyimpan update, khususnya pada bagian drive C.

Sering kali, banyak pengguna tidak menyadari bahwa ruang penyimpanan yang penuh sangat berpengaruh terhadap pembaharuan Windows Update hal ini menyebabkan proses update menjadi terhambat atau tidak selesai.

Baca: Cara Mengatasi Your Windows License Will Expire Soon

2. Terjadi Masalah pada Sistem atau Perangkat

Terjadi Masalah pada Sistem atau Perangkat

Penyebab eror yang kedua yakni karena terjadi masalah pada sistem perangkat laptop atau PC. Misalnya seperti baterai laptop habis, service yang bertabrakan, dan lain sebagainya.

3. Provider Internet Mengalami Gangguan

Provider Internet Mengalami Gangguan

Agar Windows Update bisa berjalan dengan mulus, kamu membutuhkan jaringan internet yang berkualitas. Jika provider yang digunakan mengalami kendala, maka tidak heran jika download dan instalasi ketika update Windows bisa terganggu.

4. File Pembaruan Rusak

File Pembaruan Rusak

Penyebab eror saat Windows update yang berikutnya adalah karena file pembaruannya mengalami kerusakan. Adapun metode perbaikan yang dapat dilakukan yakni dengan menghapus berkas instalasinya, laku lakukan update ulang.

Baca: Cek Versi Windows

Cara Mengatasi Undoing Changes Made to Your Computer

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghilangkan eror undoing changes made to your computer black screen. Adapun cara mengatasinya yaitu sebagai berikut:

1. Masuk Safe Mode

Inilah cara masuk ke Safe Mode yang perlu dipraktikkan agar koneksi kembali lancar:

  • Pertama, mulai ulang sistem, lalu tahan tombol Shift + F8 saat Windows 10 masuk ke desktop utama.
  • Selanjutnya, masuk ke menu Advanced Startup, lalu klik Opsi.
  • Lanjutkan dengan klik Troubleshoot.

Lanjutkan dengan klik Troubleshoot.

  • Pilih Startup Settings di bagian tersebut.

2. Jalankan SFC Scan

Jalankan SFC Scan

Cara mengatasi eror “undoing changes…” yang berikutnya adalah dengan menjalankan SFC Scan. Langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:

  • Klik Advanced options, lalu pilih Command Prompt.
  • Ketik perintah secara urut, lalu klik Enter.

sfc/ scannow

  • Tunggu proses hingga beberapa saat.
  • Jika setiap perintah scan telah dijalankan, klik Exit untuk keluar dari program CMD
  • Selanjutnya, lakukan restart pada perangkat.

3. Aktifkan App Readiness

Waalupun cara ini cukup baru, namun hasilnya cukup baik diterapkan pada banyak PC atau laptop. Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut.

  • Masuk pada Safe Mode, lalu klik Windows + R pada keyboard agar jendela Run terbuka
  • Ketik msc pada kolom yang disediakan, lalu klik Ok.
  • Jika jendela Service berhasil muncul, lakukan klik kanan service App Readiness, kemudian pilih Properties.
  • Klik Automatic pada Startup type

Klik Automatic pada Startup type

  • Pilih Apply, lalu klik OK.
  • Terakhir, restart PC atau laptop untuk mengetahui perubahannya.

Baca: Cara Aktivasi Windows 10

4. Gunakan Fitur Troubleshooter

Inilah tata cara menggunakan fitur troubleshooter yang perlu diketahui:

  • Masuk ke Safe Mode Windows.
  • Tap opsi Start, pilih Settings dan lanjut ke Update & Security.
  • Klik tab Troubleshoot, lalu pilih Additional troubleshooters.

Klik tab Troubleshoot, lalu pilih Additional troubleshooters.

  • Klik Windows Update, lalu pilihlah Run the troubleshooter.
  • Tunggu sampai pengecekan selesai, lalu ikuti instruksi yang muncul.
  • Restart perangkat untuk melihat hasilnya.

5. Jalankan DISM

Menjalankan DISM dapat menjadi langkah efektif untuk mengatasi eror pada pembaruan Windows. Berikut adalah cara menjalankan DISM yang bisa dipraktikkan:

  • Buka jendela Command Prompt dengan menekan Windows + R dan ketik cmd. Klik Enter.
  • Setelah jendela Command Prompt terbuka, input perintah DISM.exe/Online/cleanup-image/restorehealth dan Enter lagi.

Setelah jendela Command Prompt terbuka

  • Tunggu sampai Command Prompt menuntaskan perintahnya.
  • Jika telah selesai, maka tutuplah Command Prompt.

6. Hapus Pembaruan Terbaru

Pembaruan yang tidak kunjung membuahkan hasil sebaiknya dihapus saja. Cara menghapus pembaruan terbaru yakni dengan langkah-langkah berikut:

  • Masuk ke bagian Control Panel dengan cara mengetik pada kolom pencarian Start.
  • Masuk ke menu Programs & Features
  • Tap opsi View installed updates

Tap opsi View installed updates

  • Selanjutnya, akan terlihat beberapa pembaruan di jendela baru.
  • Kemudian, tekan Uninstall jika ingin menghapusnya.

7. Blokir Windows Update

Munculnya eror “Undoing changes…” juga dapat terjadi karena Windows Update tidak berjalan lancar. Salah satu penyebabnya yakni karena koneksi yang bermasalah atau PC yang mati mendadak. Kondisi tersebut menyebabkan file pembaruan rusak, sehingga tidak memungkinkan untuk menyala.

Adapun langkah-langkah melakukan blokir pada Windows Update yakni sebagai berikut.

  • Pertama, buka menu Safe Mode Windows.
  • Pilih opsi Start menu, lalu klik Settings.
  • Masuk ke sub menu Update & Security.
  • Setelah itu, tap opsi View update history

Masuk ke Uninstall updates.

  • Masuk ke Uninstall updates.
  • Kemudian, pilih pembaruan yang akan dihapus dengan cara klik opsi Uninstall.
  • Ketika ada pembaruan yang tidak dapat dihapus, tandanya pembaruan itu harus dilakukan dan tidak dapat dicabut atau uninstall.

Baca: Cara Repair Windows 10

8. Ubah Folder Softwaredistribution

Folder softwaredistribution yang terdapat di system operasi Windows merupakan suatu folder yang dipakai untuk penyimpanan temporary files. File ini mungkin dibutuhkan untuk memasang Windows Update di komputer kamu.

Dikarenakan file-file pada folder tersebut diperlukan, maka folder tersebut dikelola oleh Windows Update Agent (wuagent). Oleh karena itu, ubahlah folder ini agar bisa digunakan untuk memperbarui sistem Windows 10.

  • Klik tombol Windows + R bersamaan untuk membuka Run
  • Kemudian, ketik cmd, lalu klik “OK” sampai keluar Command Prompt.
  • Masukkan net stop wuauserv, net stop msiserver, net stop bits, dan net stop cryptSvc.

Masukkan net stop wuauserv, net stop msiserver, net stop bits, dan net stop cryptSvc.

  • Enter dan nonaktifkan Command Prompt.
  • Selanjutnya, bukalah Windows Explorer
  • Bukalah folder Local Disk C, masuk ke Windows.
  • Pilih opsi SoftwareDistribution sampai muncul jendela baru.
  • Setelah folder SoftwareDistribution muncul, tandai seluruh file, lalu klik Delete
  • Buka kembali Command Prompt, lalu ulangi lagi untuk menginput net stop wuauserv, net stop msiserver, net stop bits, dannet stop cryptSvc.

Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa undoing changes made to your computer dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai penyebab terjadinya eror. Dengan mempraktikkan tata cara di atas, diharapkan pembaruan Windows kamu dapat kembali lancar

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.